Humanisasi Pendidikan
"Dehumanisasi yang menandai bukan saja mereka yang dirampas kemanusiaanya, tetapi juga (biarpun dalam cara yang berbeda) mereka yang telah merampasnya adalah sebuah penyimpangan fitra untuk menjadi manusia sejati" (Paulo Freire, Pendidikan Kaum Tertindas)
Berbicara mengenai pendidikan tidak akan pernah tiba pada kata final. Hal ini dikarenakan pedidikan merupakan sebuah proses yang berkelanjutan (Countinue) untuk menjadi (becoming). Yang dimaksudkan adalah pendidikan menjadi sebuah proses untuk menjadikan manusia sebagaimana adanya (Humanisasi).
Merujuk pada fenomena-fenomena tersebut, boleh dikata bahwa pendidikan kita mengalami kegagalan untuk menciptakan manusia yang manusiawi. Hal ini lebih jelas jika kita mengacu pada tujuan pendidikan yaitu untuk memanusiakn manusia, bahkan dalam tujuan pendidikan nasional dikatakan bahwa "......menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti dan berahklak mulia". Kegagalan pendidikan ini dilihat sebagai satu kesatuan, artinya bawah pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan intelektual manusia, namun tidak mampu mengembangkan kempampuan spritualitas dan kesadaran sosial manusia, dapat pula disebut sebagai kegagalan.
Perlu diketahui bahwa pendidikan, bukanlah sebuah wadah yang digunakan hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan, apalagi jika dalam proses transfer tersebut bersifat monolog dan bukan dialog (paradigma Konservatif) , tetapi juga sebagai wadah untuk merekonstruksi kesadaran akan diri sendiri dan sosial peserta didik. Humanisasi pendidikan juga menggiring manusia untuk mampu memahami diri sendiri dengan kompleksitas permasalahan dan juga memahami kehidupan sosial. Sehingga untuk memanusiakan manusia maka perlu langkah lebih awal yaitu memanusiakan diri sendiri.
Proses humanisasi ini dapat dilakukan dengan menjajali perserta didik tentang pelajaran, yang mengasah kemampuan untuk berpikir kristis terhadap dirinya sendiri dan dunia sosialnya dalam menghadapi berbagai macam tantangan diri dan dinamika sosial.
"Kita adalah manusia, namun masih perlu belajar menjadi manusia" (Andar Ismail, Selamat Memanusia)
Komentar
Posting Komentar