Sajak-sajak tak berjudul

"Saya hanya ingin hidup, ketika saya masih hidup"


Sejauh ini

Sedekat itu

Di sini dan di sana

Kemarin, hari ini dan esok

Semua tentang ruang dan waktu.


...


Seumpama tumpukan kayu yang dilahap api

Menghangatkan, lalu perlahan redup

Barah menuju abu

Lalu lenyap terbawa angin. 


...


Aroma tubuhmu

Lekuk pinggangmu

Merah bibirmu

Ingin kujama, kunikmati, kusetubuhi. 

Lalu menari riang bersamamu

Ahh, sialnya kau begitu indah untuk dicemari. 


...


Tak ada rindu yang lebih rindu dari tanah musim kemarau yang merindukan tetesan air


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monolog "Bisu"

Kontra Diri